Gejala Alzheimer, Apa Bedanya Dengan Gejala Penuaan Biasa?

Salah satu gejala awal penyakit Alzheimer adalah berkurangnya kemampuan mengingat seseorang, gejala tersebut mirip dengan gejala penuaan biasa sehingga penderitanya sulit menyadarinya.

Masalahnya, jika penyakit Alzheimer dibiarkan dan memasuki tahap selanjutnya, gejala yang muncul bisa bertambah parah. Salah satu gejala tahap akhir dari Alzheimer adalah delusi dan halusinasi.

Bagaimana cara mengenali bahwa Anda menderita Alzheimer? Dan, bagaimana cara membedakannya dengan gejala penuaan biasa? Simak 6 poin berikut ini untuk mendapatkan jawabannya:

Hilangnya Kemampuan Untuk Melakukan Tugas Sehari-Hari

Pada gejala penuaan biasa, penderitanya biasanya membutuhkan waktu untuk mengingat-ngingat sesuatu yang sering mereka lakukan. Misalnya, saat menggunakan microwave mungkin Anda lupa pada suhu berapa biasanya Anda gunakan untuk menghangatkan sayur dan setelah beberapa waktu, Anda baru mengingatnya.

Tapi pada Alzheimer, gejala lupa bisa lebih parah. Menurut Asosias Alzheimer yang berbasis di Chicago, penderita Alzheimer bisa mengalami kesulitan bahkan tidak mampu melakukan tugasnya sehari-hari. Contohnya, penderita Alzheimer bisa lupa sama sekali jalan pulang ke rumahnya.

Sulit Menemukan Kata

Penjelasan yang dimuat di LiveScience.com mengatakan, orang yang mengalami gejala penuaan biasa mungkin perlu berhenti sejenak untuk menemukan istilah yang tepat dengan apa yang mereka ingin katakan.

Sedangkan penderita Alzheimer, mereka sulit untuk berkomunikasi dan cenderung membuat lawan bicaranya kebingungan. Penderita Alzheimer bisa berhenti tiba-tiba di tengah-tengah percakapan, juga mengulangi suatu kata atau kalimat tanpa sadar bahwa mereka telah melakukannya beberapa kali.

Lupa Nama Anggota Keluarga Sendiri

Lupa pada nama seseorang yang baru ditemui, atau seseorang yang sudah lama tidak ditemui bisa jadi adalah sesuatu yang wajar, dan hampir semua orang pernah mengalaminya.

Penderita Alzheimer juga mengalami hal ini, hanya saja dalam tingkat yang sudah parah. Penderita Alzheimer bisa sulit sekali mengingat anggota keluarganya sendiri yang hampir ia temui tiap hari. Bahkan, penderita Alzheimer bisa tidak mengenali anggota keluarganya sendiri.

Lupa Menaruh Barang

Apakah Anda pernah lupa menaruh kunci? Ya, terkadang karena tugas yang terlalu banyak, atau karena teralihkan oleh sesuatu, Anda bisa mengalaminya. Saat Anda sadar bahwa kunci tersebut hilang dan Anda aktif mencarinya, tandanya lupa yang Anda alami adalah lupa yang normal.

Berbeda dengan penderita Alzheimer. Penderita Alzheimer yang lupa menaruh barang atau kehilangan barang, tidak sadar bahwa barang tersebut hilang dan tidak bisa mengidentifikasi barang tersebut sebagai milik mereka. Misalnya, saat penderita Alzheimer kehilangan kacamatanya, mereka mungkin tidak akan ingat bahwa mereka menggunakan kacamata sebelumnya.

Perubahan Suasana Hati

Situs OnMemory.ca menjelaskan bahwa dalam penuaan normal, seseorang masih akan mengalami perubahan suasana hati “karena ada penyebab tertentu yang mendasarinyaā€¯.

Lain hal dengan seseorang yang menderita Alzheimer. Penderita Alzheimer mengalami perubahan suasana hati yang tidak terduga dan tanpa alasan yang jelas.

Obat-obatan yang dikonsumsi penderita Alzheimer kemungkinan juga berkontribusi dalam perubahan suasana hati. Konsultasikanlah dengan dokter untuk mengetahui efek samping apa saja yang dihasilkan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Keseimbangan Yang Terganggu

SeniorsMatter.com menjelaskan bahwa risiko jatuh meningkat seiring seseorang mengalami demensia. Dan Alzheimer adalah salah satu penyebab demensia.

Sumber tersebut juga memuat sebuah studi tahun 2009, yang menunjukkan orang tua yang menderita demensia, memiliki risiko jatuh 8 kali lebih besar daripada orang tua yang belum terdiagnosis demensia.

SeniorsMatter.com kembali mencatat, “Ketika masalah memori muncul, risiko cedera karena jatuh pun juga meningkat,” Keterampilan motorik halus juga menurun ketika seseorang menderita demensia.

Saat orang terdekat Anda memperlihatkan ciri-ciri diatas, Anda tidak perlu panik. Untuk memastikannya, Anda perlu menemui dokter agar evaluasi bisa dilakukan.

Selain evaluasi, biasanya dokter pun melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemindaian otak, pemeriksaan mental, pemeriksaan darah, dan lain-lain.

Diagnosis dini dapat membantu penderita Alzheimer dan keluarganya untuk membuat perencanaan yang matang kedepannya. Diagnosis dini pun memungkinkan penanganan bisa dilakukan dengan segera. Semoga membantu.

Sumber: deherba.com